Kamis, 25 Oktober 2012

QURBAN Dan Kepedulian SOSIAL





~.::*QURBAN Dan Kepedulian SOSIAL*::.~

 ~.::**::.~*::.~~*::.~

~*::.~~*::.~~*::.~
 Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
 ~*::.~~*::.~~*::.~




~*::.~~*::.~~*::.~
Sahabat saudaraku fillah..yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu  wa Ta’ala.Alhamdulillah beberapa hari kedepan, umat Islam seluruh dunia akan kembali melaksanakan ,dan merayakan Iedul Adha 1433.H.  Iedul adha disebut juga iedul qurban, karena prosesi menyembelih hewan qurban.

Ibadah qurban pada hakekatnya  mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,dan mengikuti sunnah sebagai rekonstruksi napak tilas, perjalanan keluarga Nabi Ibrahim Alaihi Salam, keluarga tauhid yang telah memberikan contoh refleksi kepasrahan menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.   

Dipuncak kenabiannya,Nabi Ibrahim Alaihi Salam, memenuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk menyembelih anak yang dicintai dan disayanginya Nabi Ismail Alaihi Salam.    Atas kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, secara tiba-tiba justru disembelih saat itu oleh Nabi Ibrahim Alaihi Salam,  telah berganti menjadi hewan qurban, seekor kibas (sejenis domba). Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol bagi umat Islam sebagai wujud ketaqwaan seorang  mentaati perintah-Nya . 

 Ketaqwaan Nabi Ibrahim Alaihi Salam diwujudkan dengan sikap dan pengorbanan, kepasrahan menyerahkan sepenuhnya dan menghambakan diri penuh keyakinan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ibadah qurban itu sendiri bukanlah daging hewan  qurban  yang akan sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Namun pengorbanan itulah yang mengantarkan kita,  kepuncak kesempurnaan sebagai hamba-hamba-Nya  mencapai ketaqwaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada ALLAH, Tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kalian. Demikianlah DIA  menundukkan-Nya untukmu,Agar kalian mengagungkan ALLAH, atas petunjuk yang DIA berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang Berbuat Baik.” (QS. Al Hajj : 37).

Ibadah qurban menjadi sebuah tonggak, yang mengingatkan umat islam akan keharusan membangun persaudaraan , dan kepedulian sosial. Qurban adalah ibadah yang disunnahkan bagi setiap muslim yang memiliki kelonggaran rezeki, dalam bentuk menyembelih hewan qurban, yang selanjutnya, selain dimakan sendiri juga  dibagikan terutama  kepada fakir miskin dan kaum dhuafa.

Bagaimanapun secara sosial, qurban langsung dapat menyentuh, dan dirasakan oleh saudara-saudara kita fakir miskin dan kaum dhuafa. Tidak bisa dipungkiri kini sebagian masyarakat, masih  banyak bergelut menghadapi kesulitan hidup, dan  berada digaris kemiskinan, sementara sebagian  dari kita  tidak sedikit  juga hidup serba kecukupan.  

Sehingga tidak heran marak dijumpai kesenjangan antara si kaya dan simiskin terus menguak.  Melalui momentum iedul qurban inilah diharapkan bisa menjembatani jurang  pemisah tersebut, mengurangi kesenjangan sosial dan melebur dalam satu kebersamaan.

Semangat qurban yang dicontohkan Nabi Ibrahim Alaihi Salam, adalah salah satu upaya pengorbanan untuk mencapai keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala,oleh karena itu setiap muslim hendaklah melakukan pengorbanan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah memandang status sosial ,apakah seseorang kaya,punya kedudukan,pangkat,jabatan,warna kulit,suku,bangsa,dll. Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya memandang siapa yang terbaik adalah mereka yang paling  bertaqwa.  

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Dan Barangsiapa yang Taat kepada ALLAH dan RASUL-NYA, Dan takut kepada ALLAH dan Bertaqwa kepada-NYA, Maka mereka adalah orang-orang yang mendapat Kemenangan”. (QS. An Nur : 52)

Peristiwa qurban sesungguhnya  mendesakkan kasadaran kita, bahwa perayaan iedul qurban yang dirayakan setahun sekali, tidak hanya mengajarkan kita bersemangat untuk saling tolong-menolong diantara sesama, justru semangat berqurban tersebut harus terus-menerus hidup dalam diri kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam Kebaikan dan Taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat Dosa dan Pelanggaran. Dan Bertaqwalah kalian kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH  amat berat siksa-NYA” (QS. Al Maidah : 2).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

"Siapa yang mampu di antaramu untuk Bersedekah, maka lakukanlah, walaupun dengan sebiji kurma, siapa tidak punya harta, maka dengan kalimah Thayyibah" (HR. Muslim).

Tentunya   berqurban tidak harus berbentuk penyembelihan hewan, tapi dapat  berupa apa saja yang bisa mendorong terwujudnya rasa peduli, terhadap saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan, dalam rangka menjalankan kebaikan untuk  meraih ketaqwaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Wahai Manusia Beribadalah kalian kepada Rabb kalian yang telah Menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi Bertaqwa.’(QS. Al Baqarah : 21).
Makna utama ibadah qurban yang berupa kesediaan untuk berkorban, sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan Nabi Ismail Alaihi Salam ,Bahwa kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,  tetaplah harus kita letakkan di atas segalanya,  melampaui kecintaan kepada siapapun.

Nabi Ibrahim Alaihi Salam, sangat memahami bahwa apapun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala wajib ditaati, sami’na wata’na, walaupun tidak selaras  dengan akal, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui.
  
Demikian juga akan menjadi It’bar (pelajaran) berharga bagi setiap muslim, dapat dijadikan inspirasi bagaimana kita berkorban, saling tolong-menolong ,dan peduli   terhadap saudara-saudara kita, melakukan kebaikan dengan penuh ikhlas mengharap Keridhaa-Nya,untuk  menggapai  ketaqwaan.

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.

Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin…

~.::*SaLam Santun Erat  SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah*::.~

Sabtu, 04 Agustus 2012

Adab Berbuka Shaum Mengikuti Sunnah



~.::*Adab Berbuka Shaum Mengikuti Sunnah*::.~
*• ~.::**::.~*::.~~*::.~ 
~*::.~~*::.~~*::.~
 *::.~~*::.~~*::.~
 Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
  
Sahabat saudaraku fillah..yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana kita telah maklumi bersama bahwa apapun yang kita lakukan dan laksanakan, jika mengikuti adab-adab yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’. Maka amalan yang kita lakukan itu adalah benar, dan tepat pelaksanaannya bernilai Ibadah, tentunya diberi ganjaran pahala oleh Allah Subhanu wa Ta’ala’.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’ telah menuntun kita umatnya beberapa adab ,atau tata cara yang kita teladani ketika hendak berbuka shaum/puasa diantaranya yaitu

~.::*a. Menyegerakan Berbuka Shaum/Puasa.

Disunnahkan kita menyegerakan berbuka shaum,ketika waktu berbuka telah tiba, waktu paling afdal ialah ketika matahari mulai terbenam, atau telah dikumandakan adzan maghrib.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Diriwayatkan dari Sahal bin Saad Radhiyallahu Anhu “ Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah Bersabda. “Manusia (ummat Islam) akan senantiasa berada di dalam kebaikan selagi mereka senantiasa menyegerakan berbuka shaum/puasa.” (H.R : Bukhari dan Muslim)

~.::*b.Membaca Doa Ketika Berbuka

Berdoa ketika hendak berbuka shaum adalah merupakan amalan yang istimewa di bulan ramadhan kita disunatkan berdoa, karena di saat berbuka shaum ini adalah saat yang tepat (mustajab), karena Allahu Subhanahu wa Ta’ala menyediakan saat-saat yang tepat dan cepat terkabulnya doa kepada hamba-hamba yang memohon segala harapannya kepada Allah Subhanu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

”Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : Ada tiga golongan yang tidak akan ditolak Doanya, 1.Doa orang yang shaum/berpuasa hingga berbuka,2.Doa Pemimpin yang berlaku adil,3.Doa orang-orang teraniayah ‘ALLAH akan mengangkat doa mereka ke atas awan dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :“Demi kemuliaan dan keagungang-Ku,niscaya Aku akan menolong engkau waktu dekat”. (H.R. At Tirmidzi).

Ketika berbuka shaum’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam menganjurkan kita umatnya untuk berdoa yaitu :

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu , Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika Berbuka Beliau membaca Do’a berikut ini,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh Zhaama-u Wa Btallatil ‘Urqu Wa Tsabatal Ajru Insyah ALLAH”

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan/ urat-urat, dan telah tetap ganjaran/pahala, InyshaALLAH”. (H.R. Shahih Abu Dawud No. 2357,Nasa’i 1/66.Daruqutni Shahih sanad Hasan. Hakim 1/422 Al Baihaqi 4/239).

Di samping doa di atas, kita juga boleh berdoa apa saja yang sesuai harapan kita karena di antara waktu yang mustajab (makbul) untuk berdoa adalah ketika berbuka shaum.Doa berbuka shaum/ puasa yang sering kita dengarkan

“Allahumma Laka sumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika ya Arhamarrahimin.

“Ya ALLAH, untuk-Mu kami shaum/berpuasa dan dengan rizki-Mu kami berbuka. Ya ALLAH, terimalah (amal-amal) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Lafadz doa ini terdapat dalam sunan Daru Quthni 240, Ibnu Sunni dalam kitab Amalul Yaumi Wal Lailah no 474 dan Thabrani).

c. Disunatkan Berbuka Dengan Ruthaab,Tamar dan Air 

Ruthaab adalah buah (kurma basah) yang masak dan tidak dikeringkan. Ia lembut dan manis. Demikian juga tamar adalah buah kurma yang telah dikeringkan sebagaimana yang banyak terjual di pasaran. Berbuka shaum dengan buah ruthaab, tamar atau air merupakan sunnah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :


Diriwayatkan Dari Anas Radhiyallahu Anhu ia berkata ‘ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan tamar (kurma kering), kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. (H.R. Abu Dawud dan Al-Hakiem)

Diriwayatkan dari Salman bin Amir, Bahwa Sesungguhnya‘ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah Bersabda : Apabila salah seorang diantara kamu shaum/puasa hendaklah berbuka dengan kurma, bila tidak ada kurma hendaklah dengan air, sesungguhnya air itu bersih. (H.R. Ahmad dan At-Tirmidzi)

d. Berbuka Shaum Sederhana.

Berbuka dengan cara sederhana, di bulan ramadhan sangat diajurkan karena disamping mendapat ganjaran berlipat ganda, juga memupuk sikap dan melatih jiwa seorang muslim yang bertaqwa demikian juga melatih kesabaran ketika berbuka tidak berlebihan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Wahai Bani Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah setiap kali kamu ingin ke tempat ibadah (mengerjakan shalat) dan makan minumlah serta janganlah kamu melampau. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. Al-A’raaf : 31).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Anak adam itu tidak memenuhi suatu bekas yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak adam itu beberapa suap yang dapat meluruskan tulang belakangnya (memberi kekuatan kepadanya). Sekiranya tidak mustahail (boleh dilakukan), suaplah satu pertiga untuk makanan, satu pertiga untuk minuman dan satu pertiga untuk pernafasan.” (H.R. At-Tirmidzi).

e. Menyegerakan Shalat Maghrib.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu menyegerakan shalat Maghrib setelah berbuka shaum dengan ruthaab, tamar atau air. Ajaran Islam adalah begitu mulia dan dan bijaksana, dimana ketika usai berbuka dengan ruthaab sekiranya makanan malam telah terhidang disunnahkan makan malam terlebih dahulu.

Setelah selesai menikmati hidangan, bersegeralah mendirikan shalat magrib, namun demikian tentunya stuasi tidak dikondisikan dengan tiap saat dengan makan malam terus menerus didahulukan dengan tidak meyegerakan shalat magrib.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhui ia berkata ‘telah Bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam “Apabila seseorang dihidangkan makan malam maka utamakanlah makan sebelum shalat magrib, Janganlah mendahulukan shalat daripada makan malam itu (yang sudah terhidang).”(H.R. Bukhari dan Muslim)

Menurut Imam Al-Nawawi : “Di dalam hadits tersebut diatas dimakruhkan shalat apabila terhidangnya makanan yang hendak dimakan karena akan mengganggu hati, dan menghilangkan kesempurnaan khusyuk dalam mendirikan shalat magrib.


f. Menyediakan Ifthar (berbuka) kepada yang shaum

Dibulan ramadhan yang penuh Rahmat, sangat dianjurkan mengadakan majlis berbuka shaum/puasa untuk menyediakan dan memberikan Ifthar (hidangan berbuka shaum) ,untuk menjamu hidangan berbuka terutama kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.Menyediakan hidangan berbuka shaum adalah ganjaran pahala yang begitu besar, semakin banyak orang yang di beri ifthar semakin berlipat juga pahalanya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

" Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun". (H.R. Bukhari Muslim)

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.

Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin…

~.::*SaLam Santun Erat  SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah*::.~

Senin, 09 Juli 2012

Berkah Sahur Bulan Ramadhan


Berkah Sahur Bulan Ramadhan

˚•. ~.::**::.~*::.~˚•. ˚•. •.¸ ¸.•'´• ˚.♥♥♥♥˚•.•.¸ ¸

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

˚•. ~.::**::.~*::.~˚•.

Sahabat saudaraku fillah..yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bulan ramadhan tahun ini sebentar  lagi, akan kita laksanakan besama-sama, untuk memanen pahala,tentulah  kita akan menyambutnya dengan penuh kegembiraan,dan    meningkatkan volume  kebaikan.

Telah kita maklumi bersama bahwa  berkah atau al barokah para ulama memaknai adalah bertambah dan berkebangnya  kebaikan,dalam arti keberkahan itu bila berada di tempat sedikit akan  menjadikan banyak, demikian juga bila berada di tempat yang banyak  akan menjadikan manfaat. Manusia pada umumya berkeinginan memiliki rezeki yang berkah, keturunan yang berkah, umur yang berkah dan lain sebagainya.

Kita bisa mengukur keberkahan itu dengan ukuran perubahan wujud dan fisik, Ketika kita punya rezeki kemudian dimanfaatkan dan dipergunakan di jalan yang di ridhai, dan di cintai-Nya, sehingga rezeki itu bertambah banyak,dan  perubahan wujud rezeki sedikit itu ke yang banyak adalah merupakan keberkahan karena rezeki itu berkembang dan bertambah banyak.

Demikian halnya juga dibulan ramadhan yang penuh berkah ini,apapun yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya, bahkan tidur orang yang shaum/puasa pun bernilai  ibadah,bulan yang agung yang senantiasa ditungu-tunggu oleh hamba-hamba-Nya yang mukmin,karena  kedatangannya penuh dengan kemuliaan dan keutamaan.

Bulan yang penuh berkah ini adalah bulan ibadah sebagaimana telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau memberikan berita gembira kepada para sahabatnya, dengan kedatangan bulan Ramadhan ini, dimana bulan ini Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya syaitan-syaitan.

Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam Bersabda :

Pada saat masuk awal malam dari bulan Ramadhan, dibelenggu (oleh Allah) syaitan-syaitan yang durhaka, ditutuplah pintu neraka serta tidak dibiarkan satupun dari pintu neraka yang dibuka, dibukalah pintu-pintu surga dan tidak dibiarkan satupun dari pintu surga yang tertutup. kemudian dipanggillah orang-orang dengan panggilan : “Wahai orang-orang yang mengharapkan kebaikan sambutlah (bulan ini dengan kebaikan) , wahai orang-orang yang mengharapkan kejelekan berhentilah (dari berbuat kejahatan & kejelekan)”. (H.R. Hasan Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Malik, Baihaqi).

Keutamaan sahur dalam bulan ramadhan Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam menyebut sahur sebagai Al Ghadaa' Al Mubaarak (makanan penuh Berkah), sebagaimana disebutkan dalam dua Hadits Al 'Irbadh bin Sariyah dan Abu Darda' Radhiyallahu'Anhumaa :

 "Mari makan Al Gadhaa' Al Mubaarak (Makanan Penuh Berkah) yakni Sahur." (H.R. Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai)

Selama menjalani ibadah shaum/puasa terkadang diantara kita, ada yang meninggalkan sunnah makan sahur atas berbagai alasan. Justru dibalik sahur ini sarat dengan kemuliaan dan keberkahan.

Berkah sahur yang paling agung adalah, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melimpahkan Ampunan kepada orang-orang yang menyempatkan waktu makan sahur serta mencurahkan Rahmat-Nya kepada mereka.

Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam   Bersabda :
“Makan Sahurlah kalian, karena pada Sahur itu ada Barakah. “(H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'Anhu, Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa Sallam Bersabda: "Sesungguhnya ALLAH telah memberikan Barakah melalui Sahur dan Takaran." (H.R. Asy Syirazi, sanad hadits Hasan)

Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang  yang makan sahur. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Malaikat hanya mendoakan hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang di ridhai-Nya,salah satu hamba Allah yang didoakan Malaikat yaitu kepada orang-orang yang makan sahur.

Malaikat juga memohonkan Ampunan bagi mereka seraya berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta’ala  memberikan maaf kepada mereka yang sahur , dan  digolongkan  orang-orang yang termasuk dibebaskan dari api neraka.

Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam Bersabda :
  
Dari Abu Sa'id Al Kudri Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa Sallam Bersabda: "Sahur adalah makanan penuh berkah. Oleh karena itu janganlah kalian meninggalkannya sekalipun salah seorang dari kalian hanya minum seteguk air karena sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur."

Dari Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, Meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhu’ Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa Sallam memerintahkan dan menganjurkan kita umatnya untuk sahur, karena sebagai upaya untuk membedakan antara shaum/puasa kita dengan puasa ahlul kitab.

Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sallam Bersabda :

Dari Amr' Bin Al 'Ash Radhiyallahu'Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda: "Perbedaan antara shaum/puasa kita dengan puasa Ahlul kitab terletak pada makan sahur." (H.R. Muslim)

Makna yang terkandung dari uraian hadits diatas bahwa keberadaan sahur, sebagai barakah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat menganjurkan kita di bulan ramadhan untuk menyempatkan waktu untuk bangun sahur.

Imam Ibnu Al Qayyim berkata bahwa “Tidaklah kelapangan rezeki dan amalan diukur dengan jumlah banyak, tidaklah panjang umur dilihat dari bulan dan tahunnya yang berjumlah banyak,Akan tetapi, Kelapangan rezeki dan umur di ukur dengan Keberkahan-Nya,” (Al Jawabul Kafi karya Ibnu Al Qayyim).

Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Shaum ramadhan tahun ini. Janganlah kita biarkan  berlalu tanpa menyempatkan waktu untuk sahur,  karena dibalik sahur sarat dengan keberkahan.
Demikian semoga manfaat  buat kita semua, Yang Benar Haq semua dating-Nya  dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-NYA....Aamiin Allahuma AAmiin.Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.
 
~.::*SaLam Santun Erat  SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah*::.~

Sabtu, 07 April 2012

Kala  Cinta Datang Tak Terduga
♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

.♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥

Sahabat  Saudaraku  fillah..

Kala Cinta datang tak Terduga

Silih berganti menghampiri kehidupan kita...

Ketahuilah bahwa Cinta tak  kenal waktu, tempat dan kepada siapa...

Manakala menyadari saat jatuh cinta peganglah kendali diri, jangan sampai terjebak dengan keindahan semu yang belum tentu akan menjadi halal bagi kita...

Peganglah kendali diri dengan selalu mentaati-Nya, jangan sampai Dia murka karena kemaksiatan kita....

Kalau jodoh tentu tak kan kemana... Maka titipkan rasa yang belum menjadi halal itu kepada-Nya...

Yakinlah bahwa dalam penjagaan-Nya segalanya akan baik- baik saja...

Hingga jika sudah tiba saatnya kalau dia jodoh kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala,akan  mempertemukan kembali  dengan Ridha-Nya melalui ikatan suci pernikahan yang bahagia...

Sekiranya dia  yang kita titipkan pada-Nya, bukanlah jodoh kita maka yakinlah , Allah Subhanahu wa Ta’ala  akan mengganti yang lebih baik darinya.

Karena  Allah Subhanahu wa Ta’ala  Maha Mengetahui  apa yang  Terbaik untuk kita...

Sahabat-saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian uraian sederhana.Semoga manfaat  buat kita semua,sebagai Renungan’. Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.
.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.
.♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥♥♥˚•. (`'•.¸♥♥ ¸.•'´) .• ˚.♥♥
¸.••. ¸.••.❀❀.•.¸


Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.


(¯`v´¯) ♥♥°˜¨•
`•.¸.•´ ♥♥
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)** *
.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥ ♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ ¸.•'´) .•*´¨`*•.
(⁀‵⁀) ..••.¸ .Salam Santun Erat  Silaturahmi
`
´¸.•°*”˜˜”*°•         &   Ukhuwah Fillah ALL
..¸.•°*”˜˜”*°•.
/˚ •* ˚˚ ˛* °.
/*˛˚ •˚ *
/ \ ˚.
.¸.•. ..¸.•.
°•˚◦♥◦˚•°¸.••. ¸.••.❀❀.•.¸