Minggu, 28 Juli 2013

Kemuliaan dan Keistimewaan Bagi Ahli Shaum


※ Kemuliaan & Keistimewaan Bagi Ahli Shaum ※

*• ♥~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~~❀☺*::.~❀☺*::.~

~❀☺*::.~~❀☺*::.~~❀☺*::.~ ~❀☺*::.~~❀☺*::.~~❀☺*::.~❀☺*::.~

 Bismillahirrahmanirrahiim..

♥ Sahabat saudaraku fillah.. Bulan ramadhan adalah merupakan bulan istimewa bagi orang-orang  yang bertaqwa, dan ladang amal bagi orang-orang shaleh,

Dari sekian banyak keistimewaan bulan ramadhan adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan dan mencurahkan kemuliaan dan mengangkat derajat,

Serta diturunkannya Rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas,dan ridha  menunaikan shaum ramadhan dengan penuh  Imananan Wahtisaban,

Imananan Wahtisaban yakni beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya,dan mengharap segala Ampunan-Nya.

Salah satu Rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang shaum dengan Iman dan taqwa yaitu,,

Disediakan salah satu pintu masuk ke dalam Surga yang tidak dilalui oleh siapapun kecuali para ahli shaum .

“Dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  Bersabda :

”Sesungguhnya di Surga ada salah satu pintu yang dinamakan Rayyan, masuk dari pintu tersebut hanya ahli shaum/puasa di hari kiamat..”,

“Dan tidak ada yang masuk dari pintu itu selain ahli shaum, lalu diserukan “Manakah para ahli shaum?’,

“Maka berdirilah para ahli shaum dan tak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka yang tergolong para ahli shaum,,”,

”Dan apabila mereka sudah masuk, maka pintu surga tersebut segera tertutup, dan tak ada satupun yang diperbolehkan masuk setelah mereka .”(H.R. Bukhari  dan Muslim).

Kemuliaan dan keistimewaan bagi orang-orang yang shaum di bulan ramadhan disamping disediakan pintu khusus masuk kedalam Jannah-Nya,

Juga ada dalam Naungan Magfirah-Nya yakni diampuni-Nya segala dosa-dosa yang telah lalu, sehingga  benar-benar  dalam keadaan fitrah.

Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.

Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin…






 ❀~Untaian Tausiah Abdul Harizt Al Muenthazzari~❀

~.::*SaLam Santun Erat  SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah*::.~


Jumat, 22 Maret 2013

Jadikan Dirimu Laksana Mutiara


~.::*※ Jadikan Dirimu Laksana Mutiara ※*::.~

~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~~❀☺*::.~

~❀☺*::.~~❀☺*::.~~❀☺*::.~
Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
~❀☺*::.~~❀☺*::.~~❀☺*::.~

※Saudariku Muslimah Kecantikan wanita tidak hanya terletak pada busana yang dikenakan,tapi dari keimanan dan akhlaq yang mulia.


※Namun seorang muslimah yang beriman dan berakhlaq mulia, akan senantiasa menjaga agar pakaian yang dikenakan adalah pakaian taqwa yang menutup auratnya..


※Sungguh..aurat yang terjaga itu mulia..kehormatan yang terpelihara itu istimewa dan akhlaq yang menawan itu akan menambah keindahan..


 ※Engkau  amat berharga duhai wanita,maka jagalah dan peliharalah cantikmu hanya untuk yang berhak atasmu..

※Sekiranya engkau berkawan dengan insan bergelar  lelaki,ingatlah selalu ada dua pilihan yang terbentang di hadapan :

※Pertama : Dirimu layaknya kelapa.Mudah diperoleh,diparut,diperas dan diambil santannya.Selepas itu ampasnya dibuang..

※Kedua : Dirimu laksana mutiara di lautan.Tersimpan rapi,dilindungi dengan baik,bahkan tidak mudah untuk mendapatkannya.Hanya insan yang berhak atas dirimulah yang kelak akan memilikinya.


Saudariku Muslimah Bijaklah dalam menentukan pilihan,karena pilihan kita akan menentukan kebahagiaan baik di dunia dan akhirat..


 LIKE/SUKA FanPage *Wanita Sholehah Mutiara Muslimah Sejati* Sehingga bisa menandai Catatan Tausiah. 


LIKE/SUKA (Facebook)..FanPage
http://www.facebook.com/WanitaSholehahSejati

Follow Twitter : https://twitter.com/W_Sholehah

~.::*※SaLam Santun Erat  SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah※*::.~

Kamis, 25 Oktober 2012

Bolehkah Wanita Memimpin Shalat



Bolehkah Wanita Memimpin Shalat
.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~~❀☺*::.
Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
~❀☺*::.~~❀☺*::.~~❀☺*::.~
Sahabat saudaraku fillah..yang di Rahmati Allah Subhanahu  wa Ta’ala, Sebagamaina kita ketahui  bersama, bahwa shalat lima waktu adalah merupakan amanat dan kewajiban utama yang terpenting,bagi semua umat Islam  baik laki-laki maupun wanita wajib menunaikan,mendirikan,melaksanakan dan mengamalkannya selama hidup.Berkaitan dengan shalat, maka timbul pertanyaan bolehkah wanita memimpin shalat?,Ketika kita membahas dan memperbincangkan soal kepemimpinan dalam shalat, tentunya kita menjumpai bahwa seluruh kitab fiqh,selalu menyebutkan sejumlah syarat,beberapa  persyaratan itu mencakup diantaranya adalah Islam,berakal,baligh dan laki-laki.

KH. Husein Muhammad menyatakan dalam karyanya”Fiqh Perempuan ‘Refleksi  Kiai  atas Wacana Agama dan gender,Bahwa kepemimpinan dalam shalat para ulama fiqh,baik dari Madzhab Hanafi,Maliki,Syafi’i dan Hambali sepakat, bahwa wanita tidak dibenarkan memimpin shalat kaum laki-laki.

Meskipun demikian wanita bisa menjadi imam dan memimpin shalat bagi kaumnya sendiri ,yaitu jama’ah shalat kaum wanita, serta boleh memimpin shalat dengan penghuni rumahnya.

Wahab  Az Zuhaili ahli fiqh dari Syiriah dalam ensiklopedi fiqhnya’Al Fiqh Al Islami  Wa Adillatuhu’Mengatakan  bahwa Wanita hanya sah menjadi imam shalat bagi jama’ah shalat kaum wanita,dan wanita tidak boleh menjadi imam shalat bagi jama’ah kaum laki-laki.  

Wahab  Az Zuhaili  menyebutkan sebagai alasan,antara lain Hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’Dari Aisyah Radhiyallahu Anha,Ummu Salamah dan Atha:

“Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha,Ummu Salamah dan Atha”Bahwa Wanita (Hendaklah) menjadi Imam  bagi Kaum Wanita”.

Dan pandangan  mayoritas ahli fiqh juga didasarkan pada Hadits    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’Dinyatakan dari Abdurahman bin Khallad “Bahwa   Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’Pernah mendatangi rumahnya dan memberinya  seorang mudzdzin dan menyuruh nya  (Ummu Waraqah) menjadi Imam bagi penghuni rumahnya,Abdurahman mengatakan”Aku benar-benar melihat muadzdzin adalah seorang laki-laki tua”.(HR. Abu Dawud).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh “Ad Daruquthni dari Ummu Waraqah”Ad Daruquthni meriwayatkan dari Ummu Waraqah’Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’Memperkenankan dia menjadi Imam bagi Kaum Wanita,dan Penghuni Rumahnya”.

Sahabat saudaraku fillah..Berdasarkan uraian hadits diatas dapat kita dipahami, bahwa Wanita tidak diperkenankan memimpin shalat jama’ah kaum laki-laki.Dan diperbolehkan memimpin shalat jama’ah kaum wanita,serta diperbolehkan menjadi Imam shalat terhadap penghuni rumahnya.

Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.

Semoga  Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin…

LIKE/SUKA FanPage *Wanita Sholehah Mutiara Muslimah Sejati* Sehingga bisa menandai Catatan Tausiah. 

LIKE/SUKA (Facebook)..FanPage
http://www.facebook.com/WanitaSholehahSejati

Follow Twitter : https://twitter.com/W_Sholehah

~.::*SaLam Santun Erat  SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah*::.~